KETIKA TAHUN BARU TIBA
Sajak Rudiana Ade Ginanjar Dari wajah tahun, kukirim senyap. Dari wajah tahun, merana. Sebuah pelayaran tak kunjung menemu pulau tambatan. Hari-hari, sebuah cerita tanpa koma. Di hari perayaan, perkampungan menjelma muara hujan. Di hari pembukaan, malam menutup tirai. Kehausan menjelma sekali lagi warna kuning gurun. Sesuatu yang lebih lembut, telah menguasa. Burung-burung beranjak dan kehilangan suar; jejak-jejak dari dataran tanpa tanda. Kukenakan lagu yang biasa kukenakan bila seorang tak dikenal muncul; dalam warna baru, angin berlalu sepanjang garis pedusunan. Bagai danau beringus, seluruh siang berjarak. 2024