POHON MALAM
Sajak Rudiana Ade Ginanjar Ah, malam sebatang pohon tinggi. Biarkan segenap cahaya merintis jalan ke peristirahatan. Ke sebalik batang, ke kelam warna. Wajah-wajah Juli seakan nyanyian memendar nada; di awal musim kelabu, sungai-sungai hening matahari dan bukit sunyi. Segala melihat dirinya, sendiri—sebuah bentangan cermin. Bagai ujung jalan yang padanya menara penjaga. Pintu-pintu menujumu telah lama melekat dalam dingin, dan paras pagi menjadi legenda. Kita terbiasa bertemu ke dalam lagu memburu: tahun-tahun gugur semisal seragam abu masa remaja, riuh jadi pasir pantai. Di paruh tahun, apa saja adalah puncak dari bayang hujan terakhir. Ngeri tidak berujung, gamang tak terhi...