HAMLET/Boris Pasternak

 

 

Keheningan huru-hara. Aku berdiri di atas panggung

Menghadap sebuah tiang pintu, menghitung samar

Dari tilas akan suatu gema jauh terdengar

Apakah batang usiaku yang belum usai mungkin masih terbawa.

 

Kelam malam mengguyur dari cermin-cermin opera ini

Yang dalam ribuan rentetannya tatapan mereka padaku:

Namun Abba, Ayah, bila menjadi keinginanmu,

Angkatlah piala ini dalam ampunanmu.

 

Maksudmu menjaga cintaku dengan teguh,

Peran ini kautata aku puas memainkannya;

Meski kini sebuah sandiwara lain memulai adegan:

Merenggangkanku dari jejakan langkahmu suatu kali ini.

 

Dan sekalipun urutan babak direncana,

Akhir jalannya menuju dan tersibak.

Sendirian. Sekaranglah waktunya bagi Farisi.[1]

Tinggal tidaklah seperti melangkah melintasi sehampar ladang.

 

 

 

Dari terjemahan bahasa Inggris oleh Henry Kamen dalam judul “Hamlet”. Termaktub dalam In the Interlude: Poems 1945 – 1960 (London: Oxford University Press, 1962) karya Boris Pasternak (pdf.). Diterjemahkan oleh Rudiana Ade Ginanjar. All rights reserved. Sumber: https://pdfdrive.com; diakses pada April 2015.



[1] Kaum dari bangsa Yahudi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

CAHAYA DAN BENANG: Bagian 1 (Han Kang)

JAUH DARI PALESTINA

KISAH PARA HERO