Posts

Showing posts with the label terjemahan

SANG KEPALA KANTOR POS/Rabindranath Tagore

    DALAM TUGAS PERTAMANYA, sang kepala kantor pos mendatangi Desa Ulapur. Sebuah desa yang sangat rendah hati. Terdapat pabrik nila dekat desa itu, dan pengelola orang Inggrisnya telah membangun sebuah kantor pos dengan banyak ikhtiar. Kepala kantor pos itu seorang pria Kalkuta—ia serupa seekor ikan keluar dari perairan di sebuah desa seperti ini. Kantornya berada di dalam pondok jerami gelap; terdapat sebuah kolam di sampingnya, dipenuhi kekam dengan rumput liar, dan belantara mengelilingi. Perantara dan pegawai pabrik nila susah memiliki sedikit waktu luang, dan bukanlah perusahaan yang cocok bagi seorang lelaki terpelajar. Atau agaknya, latar belakang kehidupan Kalkutanya membuat si kepala kantor pos seorang yang kurang pandai bergaul—dalam suatu tempat yang tidak dikenal ia jadi entah sombong atau tidak betah. Jadi, tidak terlalu banyak persinggungan antara ia dengan orang-orang yang menetap di wilayah itu. Namun, ia punya sangat sedikit pekerjaan. Terkadang ia mencoba me...

KISAH PENGHUJUNG TAHUN: Daun Terakhir (O. Henry)

DI DAERAH KECIL kota itu dari barat Alun-Alun Washington , [1] jalanan telah menjadi simpang siur. Mereka berbelok ke arah berbeda. Mereka pecah menjadi ruas kecil yang disebut “tempat”. Satu jalan menyeberangi dirinya sendiri satu atau dua kali. Seorang pelukis suatu kali menemukan sesuatu yang niscaya dan bernilai dari jalan ini. Sekiranya seorang pelukis memiliki sejumlah bahan lukis untuk yang ia tidak membayarnya. Sekiranya ia tidak memiliki uang. Sekiranya seorang lelaki datang untuk mendapatkan uang itu. Lelaki itu mungkin menuruni jalanan itu dan mendadak menjumpai dirinya ke situ lagi, tanpa menerima sesen pun! Daerah dari kota ini bernama Desa Greenwich . Dan ke Desa Greenwich tua para pelukis segera tiba. Di sini mereka menemukan kamar yang mereka sukai, berpenerangan baik dan ongkos yang rendah. Sue dan Johnsy tinggal pada puncak sebuah bangunan dengan tiga lantai. Salah satu dari wanita muda ini berasal dari Maine , [2] yang lain dari California . [3] Mereka telah...

CAHAYA DAN BENANG: Bagian 2 (Han Kang)

...  Dengan membaca kalimat-kalimat ini, saya mengetahui seterang kilat jalan mana novel itu harus lalui. Dan bahwa dua pertanyaan saya harus sebaliknya.   Can the past help the present? Can the dead save the living?   (Bisakah masa silam membantu hari ini? Bisakah yang mati menyelamatkan yang hidup?)   Lantas, saat saya sedang menulis apa yang akan menjadi Tindak Manusiawi (Human Acts) , saya tergerak pada saat tertentu yang masa silam sungguh membantu hari ini, dan yang kematian tengah menyelamatkan yang hidup. Saya akan mengunjungi kembali pekuburan itu dari waktu ke waktu, dan entah bagaimana cuacanya selalu terang. Saya akan menutup sepasang mata, dan sinar jingga mentari akan menyaput pelupuk mata. Saya merasakannya sebagai cahayanya hidup itu sendiri. Saya merasakan cahaya dan udara membungkus dalam kehangatan yang tak terperi. Pertanyaan yang masih bersama saya lama seusai melihat buku foto itu yakni: seberapa manusiawi kekerasan ini? Dan se...