DESA TUA


Sajak Rudiana Ade Ginanjar

 

 

Hutan ini melahirkanku

jalan-jalan tinggi dari batu

lorong-lorong panjang di antara pohon kayu.

 

Mereka mengenalku

dan mengerti                          

bahwa nafasku,

pernah mereka temui

ketika matahari jadi begitu rendah

di bawah, di kaki bukit yang rekah.

 

Di bawah, di kaki bukit yang rekah

desa itu rebah

pintu gerbangnya membuka waktu

pada jembatan, jalan, rumah dan

peristiwa-peristiwa.

 

Juga luka yang tak berdiri

menerbangkan tarian doa ke angkasa

sebagai burung bersayap cahaya

di mana jalan bagi lelaki tua

dan kenangan-kenangannya.

 

2008



 

Comments

Popular posts from this blog

SORE DAN HUJANNYA

KISAH PENGHUJUNG TAHUN: Daun Terakhir (O. Henry)

JAUH DARI PALESTINA