Posts

Showing posts from October, 2026

PERSAHABATAN SAN ROSARIO/O. Henry (Bag. I)

  Kereta lingkar barat berhenti di San Rosario tepat waktu pukul 8.20 pagi. Seorang lelaki dengan sebuah dompet kulit warna hitam tebal pada lengannya meninggalkan kereta itu dan melangkah cepat-cepat ke jalan besar kota. Terdapat para penumpang lainnya yang turun di San Rosario, tapi mereka entah membungkuk lentur pada warung makan rel atau kedai tuak “Silver Dollar”, atau bergabung kelompok pemalas dekat stasiun. Kebimbangan tidak punya tempat dalam gerakan lelaki dengan dompet itu. Ia bertinggi badan pendek, tapi gempal, dengan rambut terpangkas rapat, sangat tipis, halus, wajah penuh itikad, dan kacamata hidung yang dilingkari emas, garang. Ia berpakaian rapi dalam gaya Ketimuran pada umumnya. Suasana lelaki itu mengartikan suatu ketenangan meski daya kehati-hatian yang sadar, jika bukan wibawa sesungguhnya. Usai berjalan sejarak tiga alun-alun ia menjumpai pusat wilayah perniagaan kota. Di sini jalan penting lainnya melintangi jalan besar, membentuk naf kehidupan dan perniaga...