OH, RAJA. HIDUP, SANG RAJA
Sajak Rudiana Ade Ginanjar Sebab kematian kukatupkan kedua mata: Oh, Raja. Hidup, Sang Raja. Telah terbangun pertahanan kuda-kuda sepasang bidak, trisula di hadapan sang raja, tidak ada yang mengancam dari sayap, dari diriku jika engkau menguak sebuah luka. Oh, Raja. Hidup, Sang Raja. Terjungkal di sudut, aku kehilangan lengan untuk melindungimu. Jiwa-jiwa kami untukmu, tapi kenapa mereka lewatkan hidup kami untuk membunuhmu? Kesunyian adalah peperangan paling menakutkan —katamu suatu ketika. Dan diam-diam, keheningan itu mengendap mengembus kegelisahan yang jelita, berjatuhan cinta-cinta, dan khianat siapakah yang membuka jalan bagi kematian Sang Raja? Aku yang melangkah dengan jalan menyimpang mengenangmu, terkulai bagai belalai gajah yang tewas tanpa sempat mengeluh. Bersama yang tersisa mengubur dendam dan kebodohan ini. Enam puluh empat teritori persegi tidak cukup mengeluarkan Sang Raja dari maut. Ia niscaya, meski kuingkari tatapan...