Posts

SANG PANGERAN KECIL (Antoine de Saint-Exupery)

Sang Pangeran Kecil     Sungguh gila membenci semua mawar sebab kau tergores sebatang onak. Menyerah pada mimpi sebab satu mimpi tiada menjadi. Tiada yakin dalam doa sebab satu doa tiada terkabul.   Mengutuk semua temanmu sebab satu menghianat, tak meyakini asmara sebab seseorang tidak percaya atau tak mencintaimu pula. Membuang semua kesempatanmu untuk bahagia sebab tiada berhasil pada upaya pertama.   Akan selalu ada peluang lainnya, teman lainnya, cinta lainnya, sebentuk kekuatan baru. Dalam tiap akhir, selalu ada sebentuk awal baru….   Dan kini inilah rahasiaku, sebuah rahasia amat sederhana: Semata dengan hati hingga seorang mampu tepat melihat; apa yang hakiki tak kasatmata.           Diperoleh dari judul “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupery. Diterjemahkan oleh Rudiana Ade Ginanjar . Sumber: FB. All rights reserved . 

TANGISAN

Sajak Rudiana Ade Ginanjar Tangisan   Mereka mengusung si tawanan             ke tangan yang diberkahi.   Hari berkurban. Pulau-pulau melangut,             usai takbir asing dibunyikan hujan.   Dataran ini, memanjang ke masa-masa kanak dan melelapkanku. Mereka yang menanyakan kehadiran             urung menemu simpul bagi si tawanan; sapi dan kambing, lenguhan dan embikan turun dari tonggak tambatan.   Kepala-kepala yang dirayapi gerimis kini mulai mengerti:             doa-doa itu suci, puasa yang putih melupa sejarah dosa Adam.   2023  

SUARA PENYAIR MUDA JURANG ARA (Ulasan Buku)

  Oleh: Rudiana Ade Ginanjar   PERJUMPAAN PERTAMA LAZIM memberi kesan tak terlupakan. Hal itu pula yang dialami Norrahman Alif dengan puisi. Upayanya untuk mengenal lebih dekat terhadap entitas baru yang disebut puisi menimbulkan dampak dari sisi emosi dan perilaku. Perasaan tiap manusia menemukan raut-penajam yang membuatnya tak abai terhadap situasi di luar diri, memberi pandangan pikir baru yang terasa filosofis, pencarian jati diri, dan beberapa pertanyaan lain timbul karena puisi. Bukan hanya kepada hawa, sosok yang menanam pesona dalam tiap pertemuan pertama, diri kita kerap mendapat magnet perhatian baru dalam keberadaan ruang yang berbeda, tradisi lain yang karenanya kita merasa seakan tertinggal jauh atau terasing, atau kehendak untuk memasuki satu wilayah keterikatan baru di mana pengenalan antarkepribadian berlangsung. Segalanya memberi rangsangan ( impulse ) dan penyair mencoba melakukan dialog dengan bahasa baru tersebut meski terbata-bata. Lazim pula dipahami bah...

HARI RAYA

  Sajak Rudiana Ade Ginanjar Hari Raya   Sambil memejam mata, kudengar lantun sunyi. Jam bergerak lambat, kata-kata telah berhenti bicara.   Di ruang antara diriku dan masa lalu hanya mimpi terus terjaga. Kulambaikan bimbang, kutengok kenang.   Masih dalam raut wajah kusut dan mentari hanyut dalam bisik kata pisah:             sebuah lenguh tinggi ketika kusadari tahun-tahun telah lewat menjelma kata tanya.   Syawal, syawal....   Sebuah pertemuan kembali dari bulan khalwat; warna-warna menyapu cahaya dan diri yang tak kunjung menemu perlahan mendekap sisa-sisa perjamuan             di hari mereka bertandang.   2023

PADA BULAN JUNI

Sajak Rudiana Ade Ginanjar PADA BULAN JUNI   Pada bulan Juni kami menemukan cangkang dari suatu peristiwa.   Hari-hari sepi, laut bergelora. Dan jalan mengosongkan jejak-jejak.   Pada bulan Juni hujan berhenti dan mengunjungi rumah kami             sesekali. Dan angin berkuasa, burung-burung ribut, sebuah alunan bangkit mengisi hutan-hutan di keheningan.   Warna-warna semarak, dari biru hanya sendu kami jumpai.   Langit telah berkorban lebih dan lebih lagi. Kapal-kapal akan sampai             di masa berlabuh.   Semburat cahaya jauh telah memisahkan gelap dari terang pedusunan.   Tidak lagi, tidak juga gemericik pancuran.   Warna-warna semarak, dari merah kami mengerti saat             penyerahan. Mula-mula adalah waktu te...

KETIKA SAYA SEORANG BOCAH (Louise Gluck)

    KETIKA SAYA SEORANG bocah kecil sekitar, saya pikir, lima atau enam tahun, saya panggungkan sebuah kejuaraan dalam benak, perlombaan untuk menentukan sajak terhebat di dunia. Terdapat dua finalis: “The Little Black Boy”-nya Blake dan “Swanee River”-nya Stephen Foster. Saya hilir mudik di kamar tidur cadangan di rumah nenek di Cedarhurst, suatu pedesaan di pesisir selatan Long Island, menghafal, dalam benak seperti yang lebih saya suka, bukan lewat mulut, sajak tak terlupakan Blake, dan menyenandung, juga dalam benak, syair Foster yang menghantui, terkucil. Bagaimana saya sampai membaca Blake merupakan suatu misteri. Saya ingat terdapat sedikit antologi puisi di rumah orang tua saya di antara buku-buku lebih umum mengenai politik dan sejarah dan novel yang melimpah. Namun, saya mengaitkan Blake dengan rumah nenek. Nenek saya bukanlah seorang wanita kutu buku. Meskipun begitu terdapat Blake, The Songs of Innocence and of Experience, dan juga sebuah buku tipis kidung dari la...

KERETA API (Nukilan Cerita)

Oleh: Alice Munro …      Mereka melangkah melalui papan-papan kayu yang diletakkan di atas lantai kotor yang ganjil, dalam kegelapan yang terpelihara oleh jendela yang terpasang papan. Menjadi sedingin pada suatu tempat dalam ruang kosong saat lelaki itu terlelap. Dia telah terbangun lagi dan lagi, mencoba mengerutkan dirinya sendiri dalam keadaan di mana ia dapat tinggal dalam kehangatan. Perempuan itu tidak menggigil di tempat ini—dia menyeruakkan bau dari usaha baik hati yang menyehatkan dan apa yang serupa persembunyian sapi.      Belle menuangkan susu segar ke dalam baskom dan menutupnya dengan sepotong kain katun tenun longgar yang disimpannya, dan memandu lelaki itu ke bagian utama dari rumah itu. Jendela-jendela di sana tak memiliki korden, sehingga cahaya mencapai ke dalam ruang. Begitu pula perapian kayu masih terpakai. Terdapat tempat cuci dengan pompa lengan, sebuah meja dengan kain layar di atasnya usang di beberapa bagian dalam sobekan-sob...