Posts

Showing posts from January, 2023

PALANG PINTU YANG LEBIH SEDERHANA

    Palang pintu yang lebih sederhana menahan gemuruh tanya:             diammu. Di langit seorang menambal lubang, hujan angin dan pesta mendung.   Orang-orang mengenal musim itu, dari suatu dongeng dan tuntunan.   Dari Barat, sajak-sajak kembali kudengar. Gugur, suara memintal sunyi.   Mereka kembali merdeka, Oh, Kepastian. Bagai hari-hari menanti fajar, serangkum sejuk di kepala-kepala mandi mentari tanah rendah kaki bukit.   Bagaimana menyisir suara dan warna?   Ulang tahun kenangan, selembar catatan             meminta kata pertama; dijumpai benih dan akar diguyur tangis dan rinai gerimis. Dan pekik dan sorak bayangan menempel dari balik kaca basah jendela, mencuri sekali lagi waktu jeda.   Kautahan, sejumlah kata meruap jadi barisan ruang tunggu, selasar pengantar berita. Di gerbang lelaki penjaga             memahat arca setianya.   2022       Termaktub dalam manuskrip antologi puisi Menetap (2022) karya Rudi

OCTAVIO PAZ (Januari Utama)

  Januari Utama   Pintu-pintu tahun membuka seperti pintu-pintu bahasa menuju yang tak terketahui. Semalam kau berkata padaku: esok kita mesti menerka pertanda, merancang pandang, mereka-reka rencana pada halaman ganda dari hari dan kertas. Esok, kita mesti menemu, sekali lagi, kenyataan dunia ini.   Aku terlambat membuka mata. Dalam sedetik dari sedetik aku rasakan apa yang suku Aztek rasakan, di puncak semenanjung, berbaring menunggu waktu yang tak pasti kembalinya melalui celah-celah cakrawala.   Tapi tidak, tahun telah kembali. Ia memenuhi seluruh ruang hingga tatapanku hampir menyentuhnya. Waktu, dengan tanpa bantuan kita, telah menempatkan dengan saksama tatanan yang sama seperti kemarin rumah-rumah di jalanan lengang, salju pada rumah-rumah, kebisuan pada salju.   Kau di sampingku, masih lelap.    Hari telah menemukanmu tapi kau belum mau menerima menjadi temuan hari.                 —Mungkin tidak men